Berita Resmi Statistik
Berita Resmi Statistik
Statistik Lembaga Pendidikan Al Qur'an 2026

YOGYAKARTA — Pendidikan Al Qur'an bagi anak-anak dan remaja di Kota Yogyakarta terus menunjukkan pertumbuhan yang kokoh dan berkelanjutan. Berdasarkan data statistik resmi terbaru dari Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta per Januari 2026, tercatat sebanyak 429 Lembaga Pendidikan Al Qur'an (LPQ) aktif beroperasi di Kota Yogyakarta. Peta sebaran LPQ menunjukkan dinamika yang berimbang jika disesuaikan dengan luas wilayah dan kepadatan penduduk di 14 kemantren se-Kota Yogyakarta. Kemantren Umbulharjo mencatatkan jumlah LPQ terbanyak dengan total 65 lembaga (15,15% dari total LPQ kota). Posisi kedua ditempati oleh Kemantren Gondokusuman dengan 44 LPQ (10,26%), disusul Kemantren Tegalrejo di urutan ketiga dengan 37 LPQ (8,62%).
Secara keseluruhan, LPQ di Kota Yogyakarta saat ini mengasuh sebanyak 6.482 santri, yang terdiri atas 3.154 santri putra (48,66%) dan 3.328 santri putri (51,34%). Data Kemenag juga mencatat sebanyak 1.087 ustadz dan ustadzah aktif mendedikasikan diri di lapangan. Dari jumlah tersebut, tenaga pengajar perempuan (Ustadzah) berjumlah 562 orang (51,70%), sedikit lebih dominan dibandingkan pengajar laki-laki (Ustadz) yang berjumlah 525 orang (48,30%). Dengan rasio total 1.087 pengajar berbanding 6.482 santri, proses pembelajaran Al Qur'an di Kota Yogyakarta berada pada angka yang sangat ideal, yaitu rata-rata 1 orang pengajar membimbing 6 orang santri. Rasio ini sangat mendukung metode pembelajaran secara bertatap muka langsung (talaqqi/sorogan) agar kualitas tajwid dan makhraj bacaan santri dapat terpantau secara intensif. Secara rata-rata, setiap LPQ di Kota Yogyakarta menampung sekitar 15 orang santri dengan didampingi 2 hingga 3 orang pengajar.
Masyarakat dan pengelola lembaga dapat mengakses pembaharuan data statistik keagamaan ini secara terbuka melalui portal resmi di laman: https://statistik.kemenagkotajogja.id.